Minggu, 24 September 2017

Apakah yang lebih pilu?
Menyembunyikan tangis di balik dinding.
Menyembunyikan sedih dibalik senyum.
Menyembunyikan masalah dibalik tawa.
Menyembunyikan ujian dibalik aktivitas.
Menyembunyikan kegundahan dibalik kegembiraan.
Menyembunyikan cerita dibalik goresan pena.
Menyembunyikan tegar dibalik tatap kasihan.
Menyembunyikan penyesalan dibalik ekspresi datar.
Menyibukkan diri dibalik entah bisa apa.
Menekan perasaan
Bersimfoni bersama derai
Berspekulasi bersama mimik
Dan bersembunyi dibalik topeng

Bukan ingin tampil sok tegar.
Bukan ingin tampil telah bahagia.
Bukan ingin tampil super hero
Bukan orang super strong
Saya pun manusia biasa
Saya pun perempuan biasa
Yang duka mudah menggelayut
Yang air matanya mudah tertumpah
Yang hatinya mudah tersayat
Yang dirinya tetaplah rapuh.

Hanya ingin beresonansi dengan hidup.
Melangkah membuktikan setiap kalimat ilahiyah.
Bahwa...
Dibalik kesulitan ada kemudahan
Bahwa...
Tak ada kesulitan di luar batas kemampuan.
Bahwa...
Setiap hal yang terjadi di dunia ini.
Bahkan daun yang jatuh pun adalah seizin Allah.
Bahwa...
Kelak akan diberikan karunia oleh Allah.
Hingga manusia akan menjadi puas.
Bahwa...
Jarak manusia dengan Tuhan-nya
Hanya sebatas leher dan urat nadi
Bahwa...
Bahkan sebesar biji zarrah pun
Segala sesuatu akan ada balasannya
Bahwa...
Allah itu dekat.. sangat dekat...
Bahwa...
Dia memberikan ujian pengharapan
Karena Dia mencemburui cinta yang lebih besar selain kepada-Nya.
Bahwa...
Jika hati gundah. Kembalilah kepada-Nya.

Begitulah...
Biarlah tangan Tuhan bergerak
Melukis takdir yang sedang kuperjuangkan.
Sekarang saatnya aku bersabar.
Sekarang saatnya aku berikhtiar.
Selanjutnya...
Saat untuk tawakkal
Selanjutnya...
Saat untuk ikhlas
Mungkin...
Ya.. mungkin juga...
Saatnya tuk berbalik.

Sabtu, 23 September 2017

Hujan kali ini begitu menyayat.
Jatuh pelan, lama, dan diliputi mendung berkabut.
Suaranya tak semenggelegar petir.
Kecepatannya pun tak sekelebat bayangan.
Tetapi nuansanya begitu memilukan.
Apakah sama dengan derai ini?
Suara tak terdengar oleh siapapun kecuali Rabb-ku.
Meski ia terjatuh berkali-kali sepanjang hari
tak satu pun tahu ia telah menenggelamkan keceriaan
Meski hati berkalut sepi
Tak satupun berani dicerminkan pada wajah.
Mungkin akan lebih baik lagi2 bersandiwara
Pada setiap manusia yang lalu lalang.

Biarkanlah semua terasa perihnya.
Mungkin memang harus merasakan rasa ini
Mungkin memang harus jatuh
Mungkin memang harus tersungkur
Mungkin memang mesti berteman derai
Mungkin memang harus merasakan seperti ini
Inilah cara agar bisa merasakan aneka rasa
Rasa baru yang dulunya hanya kudengar dari cerita orang.
Terjatuh, mungkin pelajaran agar bisa bangkit lagi.
Tersungkur mungkin agar bisa berlari lagi

Biarlah begini...
Tetapi tunggu saja..
Ketika hujan deras telah menyapa
Kabut akan datang menyelimuti
Setelahnya..
Nikmati indahnya lukisan pelangi
Tunggulah..
Saya akan kembali
Menampakkan diri menjadi saya yang dulu dikenal orang
Jatuh boleh, tetapi bangkit itu harus.
Merana boleh, tetapi jangan lupa bahagia.
Sakit hati boleh, tetapi move on itu harus.

Tunggulah...
Saya boleh jatuh
Saya boleh menangis
Saya boleh tersungkur
Saya boleh berteriak
Saya boleh bersedih
Saya boleh menyesal
Saya boleh menyedihkan
Saya boleh dikasihani
Saya boleh ditertawai
Saya boleh merana
Saya boleh dikatakan bodoh
Saya boleh tersesat
Saya boleh salah jalan
Saya boleh hilang
Tetapi
Tunggulah....
Yaya akan kembali....

Selasa, 12 September 2017

"Jika ingin melepaskan sesuatu, lepaskan saja. Tak perlu tarik ulur. Melepaskan berarti merelakan. Melepaskan berarti melucuti harapan". 

Dalam hidup ini,. tak selalu semuanya akan menjadi kepunyaan kita seterusnya. Akan ada masa sesuatu yang kita miliki mesti dilepaskan atau mungkin terpaksa dilepaskan. Tentu melepaskan tak semudah menghirup udara. Diperlukan kesungguhan, kerelaan, keikhlasan. Diperlukan hati yang benar-benar kuat menahan beban rasa. karena memiliki kemudian melepaskan berarti membiarkan apa yang telah biasa menjadi tak biasa. apa yang ada menjadi lenyap. Apa yang dibanggakan menjadi diratapi. Menjadikan sebuah proses menjadi terputus. Menjadikan siklus menjadi terulang kembali. Menjadikan cerita lama terhenti. 

Di dunia ini, ada banyak hal yang dimiliki. harta yang melimpah. Jabatan yang tinggi. Status yang tinggi. Kenyamanan yang memanjakan. Keluarga yang harmonis. Pasangan yang meneduhkan. Anak yang membahagiakan. obsesi yang menjanjikan. Dan semua tentang dunia yang menjadikan kita merasa memiliki. Namun, dari kesemuanya akan ada masa yang dimiliki akan lepas. Rela atau tidak rela. Suka atau tidak suka. Suatu saat akan ada masa, ada yang harus dilepaskan. lalu bagaimana untuk melepaskan?. 

Apabila yang lepas itu tanpa kita sadari lepas, yang terpenting dibutuhkan kemudian adalah mengikhlaskan dan menerima. Mungkin yang bekerja selanjutnya adalah kerelaan. Tetapi jika yang lepas itu disadari, dan kitalah yang berniat melepaskan, maka lepaskanlah tanpa beban. jangan berniat melepaskan tetapi masih juga tarik-ulur dengan keberadaannya. Mau melepaskan tetapi masih juga berharap tetap ada. Inilah hal yang bisa membuat seseorang tidak bisa move on. Jika telah merelakan kedudukan kepada orang lain, maka lepaskan saja. Percayalah pada estafet berikutnya. Jika ingin melepaskan kekayaan, lepaskan saja. Akan ada ganti yang lebih baik, bukankah begitu?. Dan jika ingin melepaskan seseorang, maka lepaskan saja. Tak perlu masih memupuk harapan. 

Apapun yang ingin dilepaskan, lepaskan saja. Dengan begitu apa yang dilepaskan tidak akan menjadi beban pikiran. Lepaskan saja... biarkan saja... Bukankah melepaskan berarti kita menguliti diri kita untuk merelakan?. Dan bukankah juga melepaskan berarti kita melucuti segala hati kita dari segala harapan. Melepaskan berarti membuatnya kembali pada titik origin. Kembali pada titik start. Bukan hidup yang kembali, tetapi harapanlah yang kembali memulai proses yang baru. Lepaskanlah.....

Jika ingin memperturutkan perasaan, mungkin akan  benar-benar stres di posisi ini. maaf saudariku, saya tidak tahu persis apa yang engkau persangkakan. Hanya engkau dan Allah yang  tahu. Hanya saja, dari semua yang kau kisahkan kepada orang lain, seolah benarlah bahwa sayalah penyebab adanya sayatan luka di hatimu?. Apa belum jelas penjelasanku?. 

Baiklah, saya yang terlambat. Tetapi saya hadir bukan dengan sengaja membuat cerita baru antara kita. kau tahu, niat awal menemukanmu hanyalah ingin menemukan kebenaran. Bukan ingin melemparmu jauh dari bahagiamu. Rasanya sudah cukup penjelasanku. Dan sebagai orang yang terlambat, saya hanya meminta penjelasan dari apa yang terlewati olehku. Ada 2 versi, dan jujur untuk menilai mana yang benar saya tak tahu persis. Lagi-lagi hanya Allah dan kalian yang tahu. Toh, kemarin bukan kemenanganku yang kuperjuangkan, tetapi kebenaran yang kuperjuangkan. 

Maaf... saya tidak pernah punya niat licik untuk merencanakan orang lain tersakiti. Ini juga masalah waktu bahwa saya yang datang terlambat. 

#MenjawabPerihalWaktu

Sebagai warga muhammadiyah dan sebagai individu saya sebagai yaya. Sangat setuju dengan semua poin pernyataan ini. Sebenarx apa salahnya ummat muslim di seluruh belahan dunia ini?. Apakah karena kami yg sering diidentikkan dengan teroris?. Apakah karena ajaran agama kami yang dianggap tidak toleran?. Ataukah karrna individu kami yang tidak manusiawi?. Rasanya tidak ada satupun dari keriganya yang melekat pada agama kami. 

Jika menemukan duri di jalan saja, ummat muslim diperintahkan untuk menyingkitkan duri itu dari jalanan. Lalu bagaimna mungkin ajaran agama kami memerintahkan untuk meneror, menakut2i, dan membunuh. Agama kami memerintahkan agar menyeru dengan bil hikmah. Membawa kedamaian dan cinta untuk rahmat sekalian alam. Tak ada satupun ajaran untuk mengambil nyawa manusia tanpa dosa. Bagaima bisa mereka yang dengan tega melakukan terorisme lalu kami yang harus menyandang gelar teroris?

Siapa bilang ajaran agama kami tidak mengajarkan toleran?. Bukankah dalam berbagai kisah yang menjadi rujukan kami telah banyak disebutkan bagaimana harus bermualah dengan saudara kami yang berbeda keyakinan. Bagaimana harus memupuk silaturrahim. Bagaima tetap berjiwa sosial. Kami hanya ditegaskan untuk mengingat kalimat "lakum dinukum walyadin". Untukmu agamamu dan umtukku agamaku. Masing-masing bebas melaksanakan ajaran agama yang diyakini, tidak ada paksaan. Tidak ada gonjot2an. Selagi bisa saling mrnjaga dan menghargai. Silahkan beragama sesuai dgn yg diyakini.

Apa ajaran agama kami memerintahkan untuk berlaku tidak manusiawi?. Tidak ada satupun perintah dalam ajaran kami menyeru untuk itu. Tak ada perintah untuk berbuat kasar. Menghardik. Mencela. Mengusir. Menyiksa. Menyakiti. Bahkan membunuh. Yang ada, ajaran agama ini begitu santun mengajarkan adab kepada penganutnya. Apakah semua penganutnya melaksanakannya?. Iyya, masih ada yang tidak mrlaksanakan. Tetapi perlu diingat bahwa, itu individunya. Sama sekali tidak ada secara universal ajaran agama ini mengajarkan demikian. 

Namun, betapa pun islam sering dicap sebagai teroris. Tetapi lihatlah di negara yang mayoritas muslim. Adakah mereka yg minoritas teraniaya?. Adakah yg minoritas diusir bahkan dibunuh secara brutal?. 

Namun mengapa banyak darinsaudara kami di belahan bumi lain yang dirampas hak kemanusiaannya?. Dilanggar hak asasi beragamanya. Diusir dari negerinya. Dan nyawa mereka dibombardir tanpa iba?. Lalu kemana pengayom perdamaian dunia?. Krmana bersembunyi mereka yang katax duta kemanusiaan?. Kemana perginya semua bab pelajaran tentang hak asasi?. Coba buka mata lebar2 dengan kejadian di Myanmar sana yang menimpa muslim Rohingya. Apakah tak ada sedikitpun rasa iba?. Tidak adakah kata kemanusiaan buat mereka?. Buta dan tuli kah dunia internasional melihat ini semua?

Jikalau pun merasa berat peduli karena alasan agama. Coba iba dengan alasan kemanusiaan. Karena " you do not need to be a moslem to care with Rohingya. But you just need to be a human". Bukan saya tidak mau memposting gambar korban di Rohingya. Tetapi bahkan untuk melihat sekilas pun rasanya sudah memilukan
#saverohingya #savemoslemintheworld #muslimjugamanusia #kecammyanmar #savehumanity2

Rabu, 06 September 2017

Laki-laki dan perempuan memang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Keduanya ibarat fuzzle. Antara setiap fuzzle selalu berbeda. Tetapi jika fuzzle tersebut disusun dgn baik, akan mnghasilkan gambar/bentuk yang indah. Makanya jangan mencari perempuan yang sempurna dan juga jangan mencari lelaki yang sempurna. Karena tidak ada satupun fuzzle yang sempurna sendiri. Justru dengan bersama, akan membuat fuzzle menjadi sempurna.

*Salah satu kutipan dari ibu Nur Anti, SE., MT, kepala pembedayaan perempuan dan anak Propinsi Sulsel pada bedah buku "perempuan melawan", hasil karya Bidang Ipmawati PW IPM Sulsel. Jum'at 02 September 2016. Auhh... Nyakk, dengar itu... #diksusti #ipmsulsel #ipmawati #pelatihankhususipmawati #bedahbuku #perempuanmelawan #stieamkop #pemberdayaanperempuan #reost

KEJUJURAN memang terkadang MENYAKITKAN.
Tetapi...
Tetap saja lebih MENENTRAMKAN.
Maka JUJURLAH...

KEBENARAN yang tidak dipercaya akan menjadi KEBOHONGAN.
KEBOHONGAN akan menjadi ILUSI.
ILUSI akan menjadi DELUSI.

KEPERCAYAAN itu ibarat KACA.
Sekali PECAH,
Akan sulit membuatnya UTUH kembali.

KEYAKINAN adalah musuh KEBENARAN
Yang lebih BERBAHAYA daripada KEBOHONGAN. #FredichNietzsche

Faktanya bahwa 80% LAKI-LAKI suka BERBOHONG.
tetapi..
90 % PEREMPUAN selalu tahu ketika ia DIBOHONGI #mariketawamiring

Ketahuilah....
Apa yang diberi,
Maka kelak begitulah yang akan diterima.
Bagaimana mungkin mengharapkan KEJUJURAN
Dari orang yang sering DIBOHONGI

#sajakinibukanuntuksiapapun 

Alhamdulillah....
lebaran lagi..
Idul Adha Lagi...

Belajarlah dari kepatuhan Ibrahim.
Belajar dari keikhlasan Ismail.
Belajar dari kerelaan Sitti Hajar.
Mari memenggal sifat kebinatangan kita.
Kebinatangan akan:
HARTA
JABATAN
PANGKAT
TAHTA
KELUARGA
PENDIDIKAN
KECERDASAN
STATUS SOSIAL
dan
EGO DIRI.

Selamat hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1438 H. 
Taqabbalallahu Minna Waminkum. 
Taqabbal Yaa Kariim.

Ehh,....
Kamu Qurbankan apa tahun ini?
Tahun ini Masih qurban hati?
Tahun ini masih qurban perasaan?
Tahun ini masih qurbankan dia? 
Tahun Ini masih masak tulang rusuk? 
Kapan kamu jadi tulang rusuk?
  

Tahun ini... berhari raya Idul Adha bersama duo kurcil yang menggemaskan. Tumbuh sehat terus kurcil.. jadilah perempuan yang tangguh nan sholehah. cepat tumbuh.. cepat besar. supaya ada yang temanika di dapaur #uppzz :D #justkid #piss
Asma....

Maryam



Minggu, 20 Agustus 2017

Senyum adalah sihir yang halal.
Uang muka kasih sayang dan simbol persahabatan.
Senyum adalah surat kilat.
Yang bisa membawa kedamaian dan cinta.
Senyum adalah shadaqah yang pasti diterima.
Sebab senyum adalah pertanda hati yang ridha
tentram
dan...
teguh.

*Saya lelah, tetapi saya harus tersenyum
#janganlupabahagia #smilebut

Dan juga hanya perihal waktu kita akan tahu apa makna dari proses yang dijalani. Karena sebesar apa usaha kita menjauhi sebuah jalan, tetap saja akan dijalani jika menurutNya itu harus.

Dan hanya perihal waktu, kita akan tahu sesuatu itu adalah fakta atau kebenaran. Bisa jadi kebenaran yang kita yakini dalam pikiran bukanlah kebenaran yang ada dipikiran orang lain. Kebenran bagiku belum tentu kebenaran bagimu. Apa yang dianggap benar belum tentu adalah fakta. Dan apa yang terlihat sebagai fakta belum tentu itulah kebenarannya.

Dan hanya perihal waktu, kita akan berkata maaf dan terima kasih. Kata sederhana yang tidak selalu diberikan karena kita mendapatkan hal yang baik. Kelak, meski diliputi rasa amarah dan kecewa, ada masanya semua emosi itu berakhir dengan kata "ternyata". Lalu meluncurlah kata maaf dan terima kasih.

Dan hanya perihal waktu, kita akan tersenyum memutar setiap sejarah yang telah dilalui. Mungkin akan keluar gumaman "begitu lucunya kita dahulu". Setiap rasa sakit yang mungkin pernah dihempaskan akan berubah rasa. Karena waktu selalu bisa mentawarkan sebuah rasa. Waktu selalu sabar menunggu kita tersenyum. Waktu selalu setia menemani kita menjadikan semua biasa2 saja.

Dan hanya perihal waktu, kita berada pada dimensi pikiran yang berbeda. Membuat kacamata kita berbeda dalam menerima, memdefenisikan, merasakan, dan mengabarkan. Mungkin kita sama. Namanya sama, Rasanya sama. Hanya sudut pandang kita sebagai apa yang membuat kita lebih merasa terpuruk.

Dan hanya perihal waktu sampai kita akan tahu mana yang salah dan mana yang benar. Mana ilusi mana kenyataan. Mana hipotesa mana kesimpulan. mana yang harus dilakukan mana yang mesti ditinggalkan. Mana kebaikan mana keburukan. Mana kebahagiaan mana petaka. 

Hanya masalah waktu hingga hati2 kita bisa menerima. Dan juga hanya masalah waktu, hingga takdir yang akan menjawab semua penerimaan kita.
#daninipunperihalwaktu
#190717

Rabb...
Kutitipkan hati kepada-Mu. Yang masih saja mudah menangis karena selain-Mu. Yang masih juga punya tambalan sakit sana-sini. Yang masih juga pekat akan dosa. Yang masih juga tidak paham, kalau harusnya ia lebih banyak bertaqarrub kepada-Mu.

Rabb...
Kutitipkan takdirku kepada-Mu. Sesuatu yang hanya Engkau tahu segalanya. Sesuatu yang hanya seizin-Mu. Sesuatu yang meski manusia merencanakan dan berharap, namun jika Engkau berkata tidak, semua tidak akan terjadi. Takdirku ada di tangan-Mu. Kutitipkan takdirku bersama hatiku. Do'aku, semoga takdir yang Engkau sutradarakan untukku seperti harapku. Ahh... iyya.. Takdir-Mu selalu yang terbaik..

Kemanapun kita melangkah...
"No Pain No Gain"
Hanya perlu menyiapkan hati yang harus selalu bisa menerima. 
Hati yang selalu bermuhasabah. 
Hati yang bisa ikhlas. 
Hati yang bisa bersabar. .

Whatever... don't forget to smile. #janganlupabahagia

Bertepatan dengan 170717. Maka mari mendeklarasikan kemerdekaan diri dari segala penindasan hati :D
.
.
.
MERDEKA!!!
*Dirgahayu Republik Indonesia ke 72*

About Me

Total Kunjungan

Renungan 4 Indonesiaku

HR muslim : Daripada Abdullah bin Amr bin 'ash r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Bahawasanya Allah swt. tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi Allah swt. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah ditiadakan alim ulama, orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain."


Nabi ShoLLaLLohu 'aLaihi wa saLLama:
Sesungguhnya kaLian akan berAmbisi meRebut Jabatan & nanti pada Hari Kiamat jabatan itu akan menjadi PENYESALAN.{HR.Bukhari}

Followers

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Komentar ya.. :)

Blogroll

Popular Posts

Blog Archive

Featured Posts

About

Flag Counter