Sabtu, 22 Juli 2017

Pagi itu hujan deras lumayan mengguyur kota kecil tempat kelahiranku. Karena lagi bulan ramadhan, godaan untuk tidur kembali setelah shalat subuh begitu kuat. Dan hari itu, saya pun termakan rayuan. Alhasil saya terbangun menjelang jam 7. Dan tahu tidak, hari itu saya harus ke kampus mengawas Ujian Masuk Maba. Meski infonya sangat mendadak, semalam baru menyampaikan, tetapi saya harus pergi pikirku. Mana tidak begitu tahu lagi tempatnya. Maklum, dosen baru. Melihat jarum jam yang menunjukkan begitu, kocar-kacir akhirnya. Mana baju belum distrika. Mana belum mandi. Mana hujan pula. Komplit!. Sempat berpikir untuk tidak pergi. Ahh.. paling juga ada yang menggantikan. Saya pun melayangkan sms ke ibu wadek, gimana nih bu, penyampaiannya terlambat, khawatir saya terlambat datang, katanya datang jam 7.30, kayaknya ini sudah telat. Tetapi ibu wadek lambat balasnya, jadi nanya ke kakak, gimana bagusnya. Katanya: pergi saja, melapor kalau terlambat. Hmm.. berarti saya harus tetap pergi. Oke fix…. Jadilah pagi yang rempong.

Tiba di kampus, sudah ramai para calon mahasiswa berdatangan. Macet sudah pasti. Motor bertebaran. Dan sedang saya datang dengan pete-pete. Beginilah nasib kalau tak tahu bawa motor dan tak punya mobil. (mungkin inilah yang disebut dosen kere wkwkwkwkwk… dosen juga manusia). Saya pun melangkah dengan tergesa memasuki kampus. Jujur, ini pertama kalinya masuk ke gedung ini. Selama ini hanya datang ke kampus yang diajar, bukan disini. Berjalan sambil mikir, dibagian mana ya?. Tadi petunjuk kakakku kalau tempatnya di lantai 2. Tapi kok kayakx yang lantai satu rame bapak-bapak dan ibu-ibu keluar masuk. Penampakannya sih penampakan dosen. Kesana aja deh, pikirku. Masuk celingak-celinguk, dan benar saja, ada banyak orang disini. Ahaa.. ada tempat duduk kosong. Saya pun duduk dengan sukses sambil mengatur nafas yang tersengal akibat buru-buru tadi. Dan, trik jitu pun kulayangkan. Duduk sambil memperhatikan sekitar, maybe ada yang bisa ditanya nih. Di depan kursi yang kududuki, ada seorang bapak yang memegang lembar mirip absen. Trus ada ID card di depannya. Tak lama ada seorang bapak yang menghampirinya dan berkata: saya di ruangan mana bos?. Wahh… berarti saya mesti nanya tuh bapak kayaknya. Saya pun akhirnya bertanya paa bapak yang duduk tersebut.

“pak, kalau mau melihat tempat ngawas dimana pak?
“ohh, mau mengawaskah?, lantai berapa, ruangan mana?
“tidak tahu pak, saya juga baru dapat infonya kalau mengawas”
“ohh.. tunggu saja, di dalam lagi breefing untuk teknis kepengawasan”
“oh, iya pak. Makasih”

Saya pun lagsung duduk kembali ke kursi. Namun, kali ini langsung mengarahkan pandangan ke ruangan yang dimaksud tadi. Penuh, bahkan banyak yang berdiri. Saat ingin kukembalikan pandanganku, kulihat sosok yang tak asing bagiku. Tentu, saya pun senang bukan kepalang sambil memanggilnya dengan setengah teriak. Mungkin sambil senangnya. (saya menyamarkan namanya aja ya, demi kemaslahatan ummat hehehe….). 

“hey.. maya, lama tak jumpa, ternyata ketemunya disini”
Dia pun senyum sedikit. Datar
“lamanya ki baru ketemu di?”
Senyum datar. Sambil tetap saja focus menggendong anaknya.
“ihh, besarmi di (sambil mempermainkan tangan anaknya). Sejak lahir, baru sekarang kulihat”
“iyya:. Datar
“enaknya tidur. Deh.. besarmi”
Senyum datar.

Bla..bla..bla…… semua tetap datar….. hingga terdengar dari dalam ruangan namaku disebut. Ternyata lagi absen pengawas. Dengan terburu-buru saya pun masuk ruangan, sambil pamer senyum. 

“ohh.. ini dia. Mengawaski di ruangan 202 nah. Samaki ibu …. “
“iya pak”
“tanda tangan dulu bu nah, dan ini id card ta”
“iya bu”.

Dan para bapak dan ibu semua pada bergegas menuju ruangan masing masing. Saya yang paling baru juga Cuma mengikuti arus langkah-langkah mereka. Dan tentu keluar ruangan, saya tetap melewati teman saya yang tadi. Dan lagi-lagi tak ada ekspresi. Datar. Ngenesss!!!

Apa yang kemudian terlintas dipikiranku?. Kok bisa dia tidak kenal saya ya? Masa iyya tidak kenal?. Bukannya selama ini berteman di sosmed, meski emang lama tak bertemu, tetapi paling tidak wajah terbaruku masih terpampang di profil sosmed. Dan masa iyya dia lupa? Masa iyya tidak kenal? Masa iyya ekspresinya begitu? Benarkah tidak kenal? Kok rasanya saya tadi malu ya? Dilihatin orang heboh sendiri, sedang yang diajak ngomong datar saja. Rasanya tadi saya ngomong sendiri. Rasanya tadi seolah saya yang sok kenal. Kalau misal lupa dengan saya, kan dia bisa bertanya: siapa ya? Atau apa kek. Atau saat tadi namaku disebut, paling tidak dia langsung ingatlah. Dan bisa menyapaku ketika lewat lagi. Apa iyya benar-benar tidak kenal?. Saya, meski lama tidak berjumpa, tetapi teman yang pernah akrab pasti masih akan diingat. Dan kalau ketemu, tidak sungkan-sungkan untuk menyapa, dan mungkin kayak tadi, setengah teriak, saking senangnya. Kok, cuma saya yang heboh sendiri tadi ya?. Berbagai pertanyaan yang berkelebat di benakku tetap saja mampir selama ujian yang kurang lebih 3 jam. Dan sempat saat mengawas, saya menyempatkan diri ke pintu ruangan, dan si dia lagi asik berjalan bersama anaknya sambil celinguk ke ruangan-ruangan. Kalau saya jadi dia, sudah kusapa temanku, atau apalah. Ini, datar. Namun kemudian baru ngeh, ohhh.. iyya, dia kan sekarang jadi ibu kaprodi. Sedangkan saya?. Meski ini terdengar sarkastis, tetapi mau tidak mau pikiran itu muncul dalam keadaan begini. Ahhh… sudahlah. Terima saja yaya… :D

Beberapa hari setelahnya, saya pun chat dengan sahabat SMA yang juga kenal baik dengan dia. Chat via fb pun diawali dengan masalah jodoh. Yah, lagi-lagi tema ngenes bagi jomblo kayak saya hahaha. Tak apalah, mau gimana lagi, selagi belum nikah pasti pertanyaan begitu akan sering hadir hehe… tak lama saya pun curhat dengannya dengan kejadian dengan ibu kaprodi. Saya dan temanku ini lumayan akrab dengan dia. Yang kutahu, dia adalah sosok yang baik, ramah, kalem, cerdas dan punya senyum khas. Setelah kuceritakan, apa yang dibilang sama temanku itu?

“Menurut beberapa teman, katanya maya memang begitu. Ekspresinya berubah-ubah. Kadang baik sekali, mudah menyapa, kadang juga datar sekali dan cuek. Tergantung dari sikonnya. Kalau di kampus, memang dia begitu. Secara dia orang penting di kampus. Orang terhormat. Jadi biasanya dia datar dan cuek. Mungkin istilah tepatnya adalah jaim. Apalagi kalau teriakki panggilki. Nassami dia akan cuek. Secara dia orang penting”
“Waduh… begitukah?. Iyya sih di kampus. Tetapi apa harus pilah-pilah tempat kalau dengan teman? Apalagi kalau baru ketemu setelah sekian lama. Apalagi kalau dulunya akrab. Kalau saya sih, meski itu di kampus, atau diamana, lagi dengan siapa, paling tidak tidak secuek itu dengan teman. Paling tidak berbasa-basi atau apalah”
“iyya, itu kalau kamu yaya. Tiap orang kan beda. Apalagi kalau di kampus, dia adalah orang terhormat, jadi harusnya kamu jaga sikap di depannya”
“hmmm… begitukah?. Kalau saya ndak segitunya ji kali. Teman inie”
“hahahaha….. samajiki yaya. Saya juga kalau ketemu teman, ndak kuperhatikan saya siapa dan dimana, tentu akan senang dan mungkin ndak sadar teriak. “
“baaah, iyya, saya juga begitu”
“kalau saya begitu yaya kalau ketemuki, katto kepalaku, supaya cepatka sadar hahahha…”
“jahatta kalau begituki juga sama saya”
“iyya jahatka memang kalau begitu, maknya katto kepalaku supaya sadarka”
“bukan lagi dikatto kepala ta, tetapi bagus disiramki air, supaya cepatki sadar hahahha…”
“iyya nah yaya…”

Ahhh, begitu ya? Apa benar karena itu?. Entahlah. Wallahu ‘alam bisshawab. Hanya dia dan Allah yang tahu alasan sebenarnya. Saya akan tetap berusaha berpositif thinking, meski pikiran parno tetap saja hadir. Teman…. Saya hanya butuh sapaan balikmu :-)

"Met Milad IPM".
.
.
Karena kau adalah cinta. 
Yang melaluimu kutemukan banyak hal. 
Teman, pengalaman, ilmu, tempat, dan kesempatan.
Bagimu kusebut cinta. 
Yang membuatku banyak terterpa... 
Trima kasih IPM... 
.
.
Semoga tetap menjadi organisasi pelajar yang terdepan dalam berdakwah untuk ummat, persyarikatan dan bangsa. Nuun. Walqalami wamaa yasthuruun.

#verylatepost #milad56ipm #ipm #ikatanpelajarmuhammadiyah #18juli2017 #miladipm56 #miladipm #ipmsulsel #irmsulsel #kaderipm #salampena#nuunwalqalamiwamaayasthurun #ipmjaya #sayakaderipm

Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): Jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. AN NISAA':176)



Sore ini... kembali baru bisa membuka blog lagi. dan yang terpampang di blog pada bagian random ayat adalah ayat ke 176 surah An-Nisa.
Apa yang kemudian terlintas dibenakku?. Ada rasa rendah dalam diri. kenapa? karena jujur sampai hari ini, ilmu Ad-Dien yang masih juga belum kupahami adalah tentang mawaris alias warisan. Entah kenapa selama ini tidak pernah tertarik mengkaji masalah ini. Padahal ilmu tentang ini sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Betapa tidak, tentang mawaris inilah yang seringkali membuat pertengkaran dalam masyarakat, utamanya dalam keluarga sendiri. Akibat warisan, orang yang bersaudara seperti orang yang bermusuhan. Orang yang terikat dengan darah, malah lebih seperti orang yang tak punya hubungan darah apapun. Bahkan tak jarang sesama saudara bertengkar, adu mulut, berkelahi, sampai di perkarakan ke polisi atau ke persidangan

Kalau ingin dikaji, mengapa sampai warisan ini menjadi masalah dalam masyarakat?. ada beberapa hal yang bisa disimpulkan

1). Karena kurangnya ilmu tentang warisan. yang terjadi adalah, warisan dianggap hanya sebagai pembagian harta semau siapa yang bisa membagi. Tanpa pernah mau mengilmui bagaimana pembagiannya. bagaimana jika ahli waris hanya anak?. bagaimana jika ahli waris hanya orang tua? bagaimana jika ahli waris hanya saudara?. bagamana jika anak semua perempuan?. bagaimana jika ada perempuan dan ada laki-laki? bagaimana jika ahli waris ada orang tua dan anak?. dan lain sebagainya. semua itu harus dibagi sesuai dengan ilmu yang ditetapkan dalam agama. Masih banyak orang yang hanya menganggap bahwa warisan itu hanya untuk anak. Masih banyak juga yang masih menganggap bahwa warisan itu dibagi rata. banyak juga yang menganggap bahwa warisan itu sama dengan wasiat. olehnya, memang ilmu tentang ini amat perlu. 

2). Karena keserakahan. Kita bisa melihat ada banyak keserakahan yang terjadi di masyarakat. Bukan hanya oleh mereka yang tak tahu hukum da ilmu tentang mawaris. Tetapi juga oleh mereka yang tahu hukum. Karena apa?. karena keserakahan ingin memiliki lebih banyak harta warisan. bahkan ada yang sampai ingin memiliki semuanya. ini benar-benar serakah. hingga, ahli waris lain dikesampingkan, atau dipecundangi. iya, ini bukan drama. tetapi benar ini kenyataan dalam masyarakat. Karena keserakahan yang dimiliki, seorang saudara dengan tega memiliki lebih banyak harta. karena keserakan, seorang saudara laki-laki dengan tega tidak memberi atau hanya memberi sedikit bagian bagi saudara perempuannya. padahal ada pembagian untuk itu. Kalau yang tidak punya ilmu, mungkin akan sedikit dimaklumi. namun bagaimana dengan mereka yang sebenarnya punya ilmu?. 

Benar. Bahwa hingga saat ini, saya belum juga mengilmui tentang mawaris. Benar, bahwa hingga saat ini saya banyak tidak tahu tentang itu. Rasanya malu. Jujur.... padahal ini ilmu penting loh. Bahkan beberapa hari yang lalu saat seorang teman memberi soal ujian masuk sebuah kampus islam negeri, dan ada soal tentang pembagian warisan. kurang lebih mempertanyakan berapa warisan yang diperoleh seorang anak laki-laki jika orang tuanya meninggalkan warisan sekian uang, apabila ahli waris yang ada adalah orang tua, istri, dan dua orang anak. jujur saat membaca itu ada rasa malu dan menyesal saat itu. itu soal yang tidak bisa kujawab :'(. Sangat malu rasanya. Hingga membuka blog dan menemukan lagi ayat tentang mawaris, kembali rasa malu hadir. dan saya pun berpikir, mungkin ini kode dari Allah agar saya mempelajari tentang hukum mawaris ini.

Sebenarnya apa yang membuat rasa enggan untuk mengilmuinya?. Bukan karena memang tidak mau. mungkin lebih tepatnya karena rasa kecewa dengan yang kusaksikan sendiri tentang pembagian warisan dari kedua orang tuaku. Dari bapak dan juga dari ibu. Keduanya adalah anak pertama. Bapak 6 bersaudara, dan ibu 5 bersaudara. namun sayangnya kedua orang tua mereka tidak membagi warisan sebelum meninggal. jadilah warisan yang ditinggalkan menjadi rebutan dan pertengkaran. Bahkan pernah dengan mata kepalaku sendiri warisan ini dipertengkarkan. pernah ibu menangis. pernah bapak marah besar. Namun, dari keduanya, tak ada sepersen pun warisan yang mereka dapatkan. Akhirnya apa?. Kami bersaudara makan, sekolah, melanjutkan kehidupan betul-betul hanya mengandalkan gaji dan kerja keras kami sendiri. Tak ada warisna itu. tak ada sekeping harta dari nenek kami. Seolah orang tua kami tak memiliki warisan apa-apa dari ortunya. Seolah kedua orang tuaku bukan anak dari orang tuanya. Ketika saudara mereka yang lain bisa hidup dari warisan. Bisa menyekolahkan anak mereka dari warisan, justru kedua orang tuaku tidak merasakan itu. Kami bersekolah sama sekali tak pernah disuplay dari warisan. Saat saudara-saudara orang tuaku bisa menjual tanah dan menghasilkan uang sekian juta, kami malah bersekolah mengandalkan kemandirian dan kerja keras. Apakah keluarga yang lain ada yang mau melihat, ada yang mau membantu?. Nihil!. Tak ada satu pun. 

Itulah kenapa saya lumayan sensi jika membahas tentang warisan. Saya marah mendapatkan kedua orang tuaku bersusah payang memperjuangkan haknya tetapi tidak dia dapatkan. Saya lumayan marah ketika melihat saudara-saudaranya dengan mudah menjual sana-sini dan tak sedikitpun diberi kepada orang tuaku. apalagi kami sebagai anaknya. Ahhh... intinya, kami bersaudara benar-benar ngenes masalah warisan. Hingga saat ini, saat ibuku masih ingin bersitegang masalah warisan, kami anak-anaknya yang mencoba meredamnya. Kata kami: "Mak, sudahlah... kita bisa hidup selama ini meski tanpa warisan. Kami bisa bersekolah sampai jenjang ini, pun tanpa warisan. Jadi sudahlah.. biarkan mereka serakah.".

Iya, kami bisa sampai jenjang ini tanpa sedikitpun bbersal dari warisan. Tetapi, Allah memang maha Tahu, kami bersaudara bisa menyelesaikan kuliah, sedangkan sepupu yang lain, yang menggunakan warisan tidak semua bisa sampai ke tahapan ini. Allah memang amat baik. Ahhh... pada akhirnya, emosi tentang warisan keluar juga :D. Maklumlah, selama ini hanya tersimpan di hati.

Well,.... namun dengan kenyataan bahwa satu soal tentang mawaris yang tidak bisa kuselesaikan, akan membuka mata dan pikiranku bahwa harusnya saya mengilmuinya. Harusnya saya paham betul. Meski tak ada warisan nantinya yang kudapatkan, namun semoga kelak bisa memberikan warisan bagi orang lain. "aamiin.... :-)

Palopo, 22 Juli 2017. 18.24 p.m.

Sabtu, 15 Juli 2017

Akhir-akhir ini kata wafer, eh salah laper.. eh salah lagi... baper masih mewarnai persosmedian. Bukan hanya .kaum wanita tetapi juga kaum pria. Bukan hanya remaja tetapi bahkan emak-emak pun dibikin baper. Lho, emangnya kenapa sih?. Jika anda sering berselancar di sosmed tentu saja paham, apa yang menjadi tema baper akhir-akhir ini. Namun jika anda jarang berselancar di sosmed, nih.. saya sampaikan kebaperan apa yang terjadi :D #apasih

*Baper Part One*
Adalah baper saat penyanyi cantik  dengan suara merdu yang khas :Raisa" tunangan. Dunia persosmedian pun mendadak heboh. Harstag pun semakin banyak ada #patahahati lah #indonesiaberduka lah apalah..apalah... intinya, banyak yang baper karena artis pujaan hati tunangan. Banyak cowok-cowok yang pernah bermimpi menggandeng Raisa pun menjadi baper. Cewek-cewek yang juga mengidolakannya jadi baper sang idola sudah jadi milik orang. Foto Raisa pun berseliweran, harstag pun semakin banyak. curhat baper pun merajai sosmed. dan dijadikanlah hari itu menjadi hari baper nasional alias hari berduka nasional. hahahahaha.........

*Baper Part Two*
Baper Tingkat Nasional (katanya)
Kamu pernah nonton drama korea? atau jangan-jangan kamu salah satu penggemarnya? atau anda adalah k-popers? hayoo.. ngaku aja... sayya pun begitu kok :D. Nah, kalaupun kalian bukan penikmat drama korea, paling tidak seringlah dengar teman sekitar cerita tentang drama korea. dan yang paling heboh sering diceritain adalah aktor dan aktris korea yang terkenal imut, cantik, awet dan bening. Minimal sekelas Kim So Hyun, Song Joon Ki, dan Lee Min Ho tahulah. ketampanannya telah menembus seluruh asia bahkan seluruh dunia dengan khas wajah asia yang sipit, putih dan awet (kayak pakai formalin ya, hahahhaha.....). Nah baper kedua ini muncul dari pemberitaan pernikahan sepasang artis korea yang sangat terkenal di akhir oktober nanti. Song-Song Couple. siapa sih yang nggak tahu mereka berdua?. apalagi semenjak drama mereka yang terbaru "Descendant of the Sun", mampu menarik perhatian banyak orang karena ceritanya yang unik mengangkat perjuangan 2 jenis pekerjaan yang sama-sama banyak berbakti untuk negeri tapi masih kadang dilupakan "tentara dan dokter". Dan yang lebih membuat banyak yang suka dengan drama ini adalah karena dibintangi oleh 2 orang artis korea yang terkenal cantik dan cakep "Song Hyo Kyo" dan "Song Joong Ki". Masih belum kenal mereka?. hmmmm.... sini sayya beritahu :). Song Hyo Kyo sangat populer sekitar tahun 2000-an saat membintangi drama "Full House". Itu loh drama yang masih banyak diceritakan hingga saat ini. drama korea terbaik sepanjang masa. Sedangkan Song Joong Ki mulai terkenal saat membintangi sebuah Film "a Werewolf Boy", kemudian drama yang sukses membuat banyak yang gagal move on yaitu "Bad Guy" atau lebih dikenal "The Innocent Man". Sudah tahu kan...?. Ehh, belum tahu juga? waduhhh.... cari tahu aja sendiri ya... googling aja :D.

Baper tingkat Internasional (bede')
Kembali ke laptop. Nah, efek dar drama DOTS yang mereka berdua bintangi, membuat banyak bias yang menjodoh-jodohkan mereka, mendoakan mereka beneran bisa bersama, dan katanya belum move on dengan Chimestry mereka berdua. Akhirnya, doa itu pun kesampaian. Terdengarlah kabar rencana pernikahan kedua Song ini oleh kedua agency masing-masing. Gemparlah para k-popers,galaulah para fans, bersoraklah para bias, meranalah para penghayal, dan baper pun melanda. Sosmed mendadak jadi penuh foto kedua song. Status pun berisi banyak harztag song. Berita pun viral, suhu baper pun meningkat. Dilantaiklah hari itu menjadi hari "Baper Internasional". Hahahaha...... kamu termasuk salah satunya??.

*Baper Part Three*
Ini bukan melanda orang awam. Tapi ini lebih garang lagi. Bagaimana tidak, pengukuhannya menjadi "Baper Dunia Akhirat". Hayooo.. apa yang lebih dari itu?. Apaan sih sampe segitunya. Nggak sampai di dunia aja bapernya, tapi sampai ke akhirat. Emangnya berita apaan sih?. Nih, sayya kasi tahu hehehhe... Tahu kampus ITB? ya tahulah kalau anak indo kekinian. siapa sih nggak tahu kampus elit para intelektual itu?. Pernah ngmpi jadi mahasiswa situ nggak? ya iyalah.. cuma sebatas mimpi aja, nggak pernah kesampaian hahahahha #upssss. Nah, ini tentang salah satu mahasiswa dari kampus itu. Tahu anak Teknik? ya tahulah.. identik dengan gaya acak-acakan, gondrong, sembraut, sering adu jotos #ehhhhhhh dan mngkin jauh dari kesan kalem dan alim. Tapi akan beda halnya jika seorang anak teknik dari kampus elit menjadi seorang imam mesjid dengan suara merdu, dan ternyata juga seorang hafidz. Wuiihhh.... gimana nggak banyak yang klepek-klepek kalau begitu?.  Bukan hanya mereka yang awam aja, tetapi juga melanda para emak-emak, bahkan para akhwat-akhwat. wuihhh.. dahsyat bener nih efeknya. Dimulai dengan beredarnya undangan shalat subuh plus akad nikah sang hafidz, susah sukses membuat banyak menjadi galau. Apalagi seiring matahari semakin meninggi, foto pernikahan sang hafidz semakin banyak beredar, baper pun meradang. status pun berseliweran. Patah hati pun banyak diceritakan. Buka Fb iya, Wa iya, BBm iyya, IG iyya.mungkin sosmed lainnya sama saja. Dan tak tanggung-tanggung, bahkan akhwat kelas kaliber pun banyak yang ikutan posting status galau. Wuihhh.. dahsyat bener.... harstag #baperduniakahirat pun semakin gencar. alamakkkk..... Sebenarnya, banyak juga sih yang nyinyir melihat berita baper bertebaran. Bilang akhwat genitlah, apalah..apalah.... hmm... termasuk saya yang buat status tentang itu pun tidak lepas dari kecurigaan "lagi baper". aduhhhhhh.......

Dengan status begitu, masih juga memancing kecurigaan banyak orang untuk menjudge bahwa saya pun masuk dalam kawanan orang-orang baper. Dan mungkin saja saya sudah dimasukkan dalam kategori "akhwat genit" atau "akhwat lupa ngaca". Hahaha.. kalau diambil hati sih emang bsa mengundang emosi jiwa. Meski mencoba mengklarifikasi dan melakukan justifikasi, tetap saja anggapan kalau saya masuk dalam barisan "baperiyyun" masih ada. Malah kalau menjelaskan malah dibilang ngeles. Ah, sudahlah. emang serba salah kadang menjelaskan sesuatu kepada orang yang nggak mau dengar penjelasan :D.

Baper Tingkat Dunia Akhirat (Kade')
Menurutku, berbagai fenomena dan label baper-aper seperti diatas itu akan banyak disemarakkan orang dengan berbagai alasan. Tak semua loh, yang membuat status tentang baper-baper itu juga masuk dalam barisan. Bisa jadi mereka hanya turut meramaikan. Seperti kata Dian Sastro "Pecahkan saja gelasnya, biar ramai". Atau bisa jadi ada yang buat status karena ingin mencari tahu. Atau bisa jadi ada yang ingin mengkritisi, atau ada yang ingin memberi opini. atau memang karena ingin menuangkan uneg dan perasaan  baper yang dirasakan. Nah, alasannya nggak semua sama kan?. Tapi yah gitulah, sekuat apa mencoba menjelaskan, belum tentu semua orang menerima hehehehe.... sini sayya jelaskan dari sudut pandang saya pribadi tentang fenomena ini. 

Menyukai sesuatu, atau ngefans akan sesuatu atau orang atau apalah, harusnya dilakukan dengan batas kewajaran. Yang masih membuat kita bisa berpikir normal dan membuat kita tampak normal. Emangnya ada yang nggak normal?. Yuppp.... menurutku ada. Sampai ngefansnya sama sesuatu, dijadikan background seluruh barang kepunyaan, hp, kamar, lantai, kulkas, dll. saking sukanya warna pink, nggak mau beli sesuatu kalau bukan warna pink. waduh, begini sudah parah nih. ini namanya deskriminasi warna wkwkwkwk.... yg rugi kan kita sendiri. Nggak bebas menentukan pilihan barang. Nah, yang parah kalau ngefans sama seseorang. Fans sama Raisa, lag yang ada di hp, laptop yang diputer siang malam ya lagu Raisa aja. Diulang saja sampai bodo #ehhh.... Kalau ada iklan yang Raisa, langsung deh jadi konsumen. Ada cara yang Raisa, dibela-belain semua jadwal di cancel. Gaya bicara ala Raisa. Gaya Nyanyi ala Raisa. Kesukaan ala Riasa. Haters selain Raisa. Cari berita apa saja tentang Raisa. Bahkan semua biodata, aktivitas, kebiasaan Raisa semua mau diketahui dan diikuti. Bahkan ada yang nyari pasangan yang harus mirip Raisa. Alamakkkkk.... ini mah sudah setengah jiwa eh, setengah waras namanya. Dan yang lebih sakit jika lagi kalau sampai membesarkan imajinasi untuk memiliki Raisa atau ingin bersanding dengan Raisa. ckckckck....... delusi tingkat dewa ini mah. Begini nih yang sudah setengah.... setengah namanya #upss....

Statusku di fb
Sama Halnya dengan bagi yang nge-fans dengan Song Joong Ki yang nggak rela banget si doski menikah. Atau fans Song Hyo Kyo yang nggak rela dewi cantiknya bakal digandeng orang. Heyyy.... Sadar dong. Emangnya situ sopo sampai nggak rela mereka menikah? yang menikah kan mereka, duit duit mereka, feel ya feel mereka. Fans, suka, boleh saja. Tetapi jangan keterlaluan. Sampai pakai acara nggak rela segala kalau menikah. baper?, aih... boleh sih, tapi yang pantas aja. Jangan kebawa mimpi, atau kebawa kekeadaan diri sampai nangis atau apalah. Cukup bapernya kalau emang baper sampai di status aja. Lha wong smpai nunggu tahun berapapun, apa iyya Joong Ki  atau Hyo Kyo mau melirik kita?. Eh, yang wajar ajalah. Sampai membenci, sampai nyebar ketidaksukaan, sampai nangis-nangis, sampai teriak-teriak kalau ada. Heyyyy.... sadar... Nangis darah pun, belum tentu kamu bisa mendapatkan dia. Ngimpi sih boleh, tapi jangan kelamaan hehehehe... #peace

Nah, yang lebih tinggi tingkat bapernya sampai akhirat nih, hayo.. alasannya apa sampai ada label gitu?. Apa karena Muzammil adalah seorang Hafidz yang insya Allah pahala dan keberkahannya hingga dunia akhirat, makanya yang lagi patah hati bilangnya baper dunia akhirat?. Heyy.. nggak usah menyangkali deh, kamu juga baper kan? tuh statusmu aja begitu. Hmmm.... sayya perlu meluruskan yah. Lagi-lagi saya hanya turut meramaikan viral. just be happy. "Suka" sama muzammil?. Iyya. Dalam tanda kutip loh. Sukanya karena suaranya merdu. Simpatik?. Oh ya. Karena dia meski anak Teknik dengan aneka tugas besar, tetapi masih bisa menjadi seorang Imam Masjid plus hafidz. ini lumayan unik. Fans?. Tunggu dulu, kalau masalah fans ma hafidz, saya lebih nge-fans ma hafidz muda asal Amerika: Hamzah Elhabashy. Meski suaranya tak seindah Muzammil, tetapi lebih unik menurutku. Jadi nggak banget-bangetlah nge-fans. Hanya sekedar suka saja. Nggak pernah berharap punya imam kayak gitu?. Siapa sih yang nggak kepengen?. Saya yakin hampir semua wanita muslimah mendambakan imam dalam rumah tangga seperti itu. Lantas?. Iya sih mau, tetapi..... 1). dia siapa kita siapa?. kenal aja nggak. ketemu aja nggak. dilirik aja belum tentu. menawarkan diri aja belum tentu keterima. Dia hafidz, loh kalau kamu? aku? apa sudah sepadan?. 2). Berharap boleh aja tapi yang pantas aja. yang mungkin aja. Ngimpi boleh aja tapi jangan ketinggian mimpinya. Fans boleh aja. suka boleh aja. berimajinasi boleh aja, berdelusi boleh aja. tetapi yang sepantaran, yang waras aja, yang mungkin aja. Bukankah jodoh adalah cerminan diri?. Kalau dia seorang hafidz beberapa juz, lalau anda dah hafal berapa juz juga?. Jangan-jangan ngajinya aja belom lancar. Jangan-jangan makharujul hurufnya aja masih berantakan. Situ masih PeDe berhalusinasi?. 

Salah satu meme efek pernikahan Muzammil
Nah, kalau karena statusku yang bersifat guyonan dibiang sayya lagi baper juga karena muzammil menikah. Hellloooo.... sayya? mau galau begitu?. Nggaklah.... sejak awal memang nggak fans-fans amat. Trus emang nggak pernah membangun delusi. Nggak pernah mau berhalusinasi. Kalau dia mau menikah, ya menikah aja, alhamdulillah, dia mendapat wanita sholehah yang sepantaran dengan dirinya. Saya masih waraslah nggak harus nangis-nangis. Saya masih waraslah nggak lebay buat status sakit hati. ckckckck... saya masih biasa aja meskipun jadi penggemar seseorang. Dan emang kan nggak boleh terlalu mengidolakan manusia kecuali Rasulullah. Apalagi sampai mengkultuskan. Dan bagi para wanita yang mungkin terjebak dalam situasi itu, ingatlah... "jangan menghabiskan waktu memikirkan orang yang belum tentu berjodoh denganmu. Dan jangan menangisi seseorang yang meskipun masih sendiri belum tentu pun mau memikirkan kita. melirik aja kagak". :D. Intinya... BIASA-BIASA SAJA.... YANG WARAS AJA....

Dan Bagi yang rajin membaca status orang. Dibaca dulu, jangan langsung menjudge. Bisa jadi itu hanya candaan. Bisa jadi itu hanya turut meramaikan. Jangan cepat menjudge "akhwat genit" atau "akhwat centil" atau "akhwat memalukan" atau label-label lainnya. Mungkin memang membuat status meramaikan akan menimbulkan banyak prasangka. Mungkin memang turut andil meramaikan viral terkesan jadi lebih gimana gitu dari yang awam. Tetapi tidak semua yang membuat tulisan itu masuk dalam kawanan para "Galauers" atau para "Baperiyyun". Insya Allah masih banyak muslimah yang tetap kokoh mempertahankan diri dari ikut-ikutan galau yang yang kurang waras #upppsss.

Palopo, 16 Juli 2017. 22.21 p.m.

Senin, 26 Juni 2017



قال ابن رجب رحمه الله تعالى: يا
عباد الله إن شهر رمضان قد عزم على الرحيل ولم يبق منه إِلّا قليل فمن منكم أحسن فيه فعليه التمام ومن فرط فليختمه بالحسنى. 

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, "Wahai hamba-hamba Allah, sungguh bulan Ramadhan ini akan segera pergi dan tidaklah tersisa darinya kecuali sedikit. Maka barang siapa telah mengisinya dengan baik, hendaklah menyempurnakannya. Dan siapa tidak mengisinya dengan baik, hendaklah ia mengakhirinya dengan yang baik." 

قال ابن الجوزي رحمه الله :
إن الخيل إذا شارفت نهاية المضمار بذلت قصارى جهدها لتفوز بالسباق، فلا تكن الخيل أفطن منك! فإن الأعمال بالخواتيم، فإنك إذا لم تحسن الاستقبال لعلك تحسن الوداع...

IbnulJauzi rahimahullah berkata, "Jika kuda pacu sudah mendekati garis finish, ia akan mengerahkan seluruh tenaganya untuk memenangkan lomba. Maka jangan sampai anda kalah cerdas dari kuda, karena sesungguhnya amalan itu ditentukan oleh penutupnya. Jika anda tidak menyambut Ramadhan dengan baik, paling tidak melepasnya dengan baik."

وقال ابن تيمية رحمه الله:
العبرة بكمال النهايات لا بنقص البدايات.

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, "Yang menjadi tolak ukur adalah kesempurnaan di akhir amalan, bukan kekurangan di awalnya." 

وقال الحسن البصري رحمه الله: أحسن فيما بقي يغفر لك ما مضى، فاغتنم ما بقي فلا تدري متى تدرك رحمة الله...


Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, "Perbaiki yang tersisa, maka Allah akan mengampuni apa yang telah lalu. Manfaatkan hari yang masih, karena anda tidak tahu kapan meraih rahmat Allah. (Bisa jadi di hari terakhir Ramadhan)."

Ayo semangat & Berdo'a agar kita dipertemukan kembali di bulan ramadhan taun depan..
*Barakallahu fik

#copasdariWA

Ramadhan 1438H akhirnya pergi melanjutkan perjalnannya menuju syawal. Bahagia? tentu.. karena sebentar lagi syawal akan tiba, lebaran akan datang, kebahagiaan akan menyapa semua wajah-wajah ummat muslim di dunia. Sedih? yah, itu harus.. karena bulan penuh berkah dan maghfirah akan segera pergi. aktivitas ramai ummat muslim akan kembali mengalami kesunyian. apakah benar ada sedih di dadamu?. 

Tarawih terakhir, penceramah sempat menyinggung ramadhan yag akan segera pergi. ada desir disini. dan sesak disini. Ibarat akan berpisah dengan yang dicintai, maka rasanya akan sama. Ada rasa tak ingin kehilangan. ada rasa tak ingin jauh. Ada sedih ingin berpisah sangat lama, dengan perpisahan yang entah apa bisa ketemu kembali. Bagaimana rasanya? sesak bukan? 

Yaa Rabb, pertemukan aku dan keluargaku serta orang-orang yang kusayangi dengan bulan ramadhan tahun depan....

Menjelang akhir ramadhan sudah menjadi kebiasaan masyarakat indonesia melakukan ziarah kubur dengan alasan supaya bisa mengenang mereka yang telah mendahului kita. Dan pekuburan pun menjadi ramai menjelang lebaran. Penjual kembang laris manis. Rutinitas ini bisa dikatakan sesuai dengan sunnah Rasul untuk banyak mengingat kematian dengan melai bahwa yadarkukan ziarah kubur. Dan menyadari bahwa perjalanan manusia punya limit waktu, dan semuanya pasti akan menemui garis fins dalam hidupnya. Kematian. Namun, ada hal yang sedikit membuat kening ini berkerut. Masih menjadi kebiasaan mengunjungi kuburan dengan membawa aneka makanan untukdihidangkan pada yang telah meninggal. Logikanya dimana ya?. Iya sih urusan ghaib terkadang tidak bisa serta merta dipecahkan dengan logika manusia. Misal ingin melihat malaikat. Tetapi dalam kehidupan ini ada aturan yang telah diberikan oleh Allah. Aturan ini mengikat manusia untuk diikuti. Aturan tak selalu langsung punya poin, Tetapi ada namanya maksud tersirat.

Kalau dipikir, apakah kebiasaan menyajikan makanan bagi orang mati itu ada syariatnya?. Sepanjang perjalanan hdupku, tak ada sedikitpun kudapatkan tuntunan untuk menyajikan makanan bagi orang mati. bahkan mengirim Al-Fatihah yang diyakini bisa sampai langsung ke mereka yang mati pun, banyak yang kontra dan dinyatakan tak memiliki tuntunan. Nah ini menyajikan makanan?. Bukannya ini mirip dengan keyakinan hindu? bukankah ini mirip dengan sesajen? bukankah ini sama sekali tidak masuk dalam logika?. Bukankah ketika anak adam meninggal, maka akan terputus semua amalan untuknya kecuali: ilmu yang bermanfaat, anak sholeh yang mendoakannya, amal jariyah. Ketika seorang manusia meninggal, tak sedikitpun ada daya baginya untuk berbuat untuk dirinya. fisik telah terbujur kaki di dalam kubur, dan roh telah kembali padaNya melalui proses peranggungjawaban atas segala perbuatannya semasa di dunia?. Lalu makanan untuknya? adakah waktu untuk menikmatinya? adakah waktu menyantapnya? bisakah? yang disajikan sebenarnya siapa? yang telah meninggal atau para jin?. Benakah sampai?. Kenapa mengirim makanan? mengapa menyajikan makanan? supaya bisa dia yang telah meninggal dikenang? bukankah dikenang tidak dengan itu?. Supaya bisa menikmati juga makanan lezat yang kita dinikmati di dunia? how come? mereka yang telah meninggal mashkan secih mikir makanan? butuh makanan?. Yang mereka butuh bukan itu, lebih baik doakan mereka, manfaatkan ilmu darinya dan perbanyak amalan jariyah atas namanya.

Se-lezat apapun makanan yang kita hidangkan, ketahuilah tak ada sedikitpun bahkah sajian makan secuil makanan itu bisa dinikmati oleh orang meninggal. tak sedikitpun mereka butuh sajian makanan. semua itu hanya percuma, justru hanya mengerus aqidah kita. 

Sabtu, 24 Juni 2017

Ramadhan sebagai bulan yang penuh nikmat dan maghfirah a kan segera pergi. Sebulan bersama ramaadhan, merupakan suatu proses belajar bagi manusia. belajar menjadi lbih baik. Ramadhan adalah madrasah bagi ummat islam. Bukan hanya belajar untuk ibadah horisontal tetapi juga berbuat kebaikan secara horisontal. Bukan hanya sibuk dengan urusan ibadah tetapi juga dibelajarkan untuk peka dengan keadaan sosial sekitar. Lihat saja bertaburan zakat, infak dan sedekah.

Ada pesan Rasulullah dalam meninggalkan bulan ramadhan. Pesan ini akan membuat kita menjadi manusia yang mendapatkan kebaikan ramadhan, karena ada efek ramadhan yang ada dalam diri kita.

  1. menjaga wudhu dalam keadaan apapun. apalagi saat ingin tidur. karena wudhu adalah kegatan mensucikan diri. dengan keadaan suci, tentu seseorang akan juga berusaha menjaga diri, sikap dan perbuatan untuk tetap lurus.
  2. Meringankan langkah kaki ke mesjid. Makna tersirat dari hal ini adalah tiap kita sebaiknya setelah pembeajaran di bulan ramadhan, kita senantiasa menjaga shalat berjamaah di masjid setiap waktu. apalagi bagi seorang laki-laki. kita ketahui bahwa shalat tarwih adalah moment bagi ummat islam berbondong-bondong menuju masjid melaksanakan shalat, disitulah terlihat bahwa ummat islam ini banyak dan kuat. bilakah shalat sehari-hari pun bisa seperti itu?. apalagi seperti shalat Ied, Ummat islam benar-benar berbahagia menuju tempat shalat. bisakah?
  3. Menunggu shalat setelah shalat. menurut beberpa ahli tafsir bahwa maksud dari kalimat ini adalah, seorang muslim mestinya mampu mengaplikasikan shalat yang dia lakukan dalam kehidupannya sehari-hari. Tidk hanya rutinitas shalat, tetapi juga mampu mengejawantahkan shalat yang dia lakukan itu dalam kehidupannya sehari-hari. pernah juga saya membaca sebuah tulisan bahwa, hidup ini sebenarnya hanya kumpulan waktu menunggu shalat setelah shalat. Artinya hidup kita sebenarnya adalah kumpulan shalat. aktivitas lain hanyalah rehat bagi kita mengumpulkan amalan lain di dunia ini.
Wallahu 'alam

Tak ada satupun makhluk di dunia ini yang hidup tanpa nikmat dari Allah. Bahkan orang yang paling sengsara sekalipun sebenarnya diliputi oleh nikmat Allah. Yang terlupa biasanya, makhluk yang lupa bersyukur kepada Rabb-nya. Karena lebih menilai nikmat hanya pada materi yang terlihat nyata di depannya. Lebih dinilai nikmat pada materi, harta, jabatan, pangkat dan segala apa yang dipunyai secara nyata di dunia. Padahal nikmat tidak hanya sebatas itu. Ada banyak nikmat Allah di dunia ini. KItalah sebagai manusia yang sering lupa tuk bersyukur, hanya sibuk memikirkan nikmat yang belum dipunyai.

Ada beberapa jenis nikmat yang diberikan oleh Allah kepada manusia

  1. nikmat alamiah. nikmat yang diperoleh secara alami, free alias gratis
  2. nikmat hasil. Merupakan nikmat dari hasil usaha yang dilakukan. Nikmat ini akan didapatkan jika kita berusaha mendapatkannya.
  3. Nikmat Lahiriyah. Nikmat yang diperoleh sejak lahir. Misalnya kita dilahirkan dengan fisik yang sempurna, wajah yang tampan/cantik, dsb.
  4. Nikmat Diniyah. Nikmat beraga

Dalam islam, ada 3 hal yang selalu dibahas beriringan. karena keduanya saling berkaitan. Bahkan sebahagian ulama mengatakan bahwa kebaikan yang dilakukan tentang satu hal akan tidak bermanfaat apabila tidak diikuti oleh kebaikan yang satunya. Itulah mengapa, dalam Al-Qur'an pun keduanya disebut bersamaan. Apakah itu?

  1. Taat kepada Allah dan Taat kepada Rasul. Atau biasa juga dikatakan taat kepada Al-Qur'an, melaksanakannya dan juga melaksanakan Sunnah Rasulullah.
  2. Mendirikan shalat dan membayar zakat. keduanya ini disebutkan beriringan juga.
  3. Ridha Allah dan ridha orang tua

Shalat Tarawih adalah khas bagi bulan ramadhan. Shaat ini secara defenisi sederhana sebagai shalat malam yang di kerjakan di bulan ramadhan. Sebagai bulan yang penuh rahmat dan penuh maghfirah, Ramadhan menjadi waktu bagi ummat islam untuk bnyak berdoa, banyak meminta, banyak beribadah, banyak meminta ampun. Cara yang trbaik melakukan semuaitu adalah melalui shalat tarawih. SHalat Tarwih menjadi kebahagiaan sendiri bagi ummat islam. Tarwih menjadi kebiasaan ramadhan yang banyak dirindukan. Lihat saja, masjid menjadi penuh. Jamaah bukan hanya kalangan orang tua, tetapi sampai kalangan anak-anak pun merasa bahagia ketika tarwih. Namun, ada beberapa hal yang kulihat dan membuat tangan ini ingin menuliskan tulisan ini sebagai bentuk koreksi. ini hal sederhana mungkin bagi orang lain, tetapi menggangguku secara pribadi.
  1. Shaff shalat yang tetap mencampur orang dewasa dan anak-anak.
  2. Shaff yang sangat jarang. Salah satu penyebabbnya adalah sajadah yang sekarang ini lebar-lebar.
  3. Membawa hp. Dan ketika selesai shalat, malah asyik dengan hp masing-masing
  4. Mengaji saat ceramah tarwih. mungkin ada orang yang bisa onsentrasi 2 hal sekaligus, maybe. tapi benarkah kita konsentrasi? bisakah mendengar isi ceramah dengan baik? kenapa harus mengaji saat ceramah? bukankah saat itu waktunya kita menuntut ilmu dari penceramah. Ada waktu lain bagi kita mengaji. bagiku, tidak tepat kita mengaji saat itu. sama halnya ketika kita berkoa-loar menyampaikan materi seminar, atau mengajar di kelas, sedangkan yang di depan kita malah tidak memperhakatikan kita. Mereka punya dunia sendiri.
  5. Tidak ikut shalat witir, Banyak yang langsung meninggalkan shaff, tetapi ada juga yang hanya duduk di tempat. kenapa memangnya kalu shalat witir? kan boleh nanti tetap shalat tahajjud lagi. 
#pejelasannya entar. posting aja dulu

Alhamdulillah. Allah kembali menganugerahi diriku nikmat yang tak terkira. bisa bertemu lagi dengan bulan ramadhan tahun ini. entah ini sudah bulan ramadhan ke berapa bagiku. tetapi tentu bilangannya lebih banyak dari umurku dihitung dengan angka masehi. Artinya apa? ini sudah ramadhan yang ke banyak kali bagiku. ahh.. karunia Allah sangat banyak bagiku. syukran yaa Rabb...

Apa yang khas dari ramadhan kali ini?. kali ini masih juga belum mendampingi seseorang :D. masih juga setia bersama kedua orang tua yang alhamdulillah semuanya masih sehat wal 'afiat. namun, ramadhan kali ini adalah ramadhan full time aku di rumah tanpa ada kegiatan apapun. berarti setelah sekitar 14 tahun berada di Makassar, inilah ramadhanku yang kembali seperti masa sekolahku yang stay di rumah. Bisa jadi ini adalah cara Allah agar aku bisa membayar waktuku yang 14 tahun lebih banyak di kampung orang melanglang buana. Mungkin Allah ingin aku bisa menikmati waktuku seperti dulu, aku bisa menikmati hari bersama kedua orang tua. dan mungkin juga sakit yang kemarin mengrogoti adalah cara Allah agar aku bisa tinggal di rumah. meski tidak bisa banyak membantu orang tua karena fisik yang semakin melemah, tetapi paling tidak orang tuaku bisa melihat keadaanku langsung. Ahhh.... mau kita memang tak selalu adalah maunya Allah. sedangkan maunya Allah adalah yang terbaik.

Whatever that.... syukran ya Rabb.. nikmat-Mu tiada terkira. Izinkan hamba menjalani bulan ramadhan dengan baik. izinkan hamba bisa menjadikan ramadhan ini adalah raadhan terbaik dari ramadhan sebelumnya. Mampukan aku bisa belajar banyak hal tuk menjadi pribadi yang lebih baik. Yaa Rabb... berikan karuniamu. berikan petunjukMu dan berikan maghfirahMu. 

Menjelang Ramadhan 1438 H
#latepost

About Me

Total Kunjungan

Renungan 4 Indonesiaku

HR muslim : Daripada Abdullah bin Amr bin 'ash r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Bahawasanya Allah swt. tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi Allah swt. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah ditiadakan alim ulama, orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain."


Nabi ShoLLaLLohu 'aLaihi wa saLLama:
Sesungguhnya kaLian akan berAmbisi meRebut Jabatan & nanti pada Hari Kiamat jabatan itu akan menjadi PENYESALAN.{HR.Bukhari}

Followers

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Komentar ya.. :)

Blogroll

Popular Posts

Blog Archive

Featured Posts

About

Flag Counter